Prabowo Subianto Kritik Ekonomi Neoliberal, Sebut Kekayaan Tak Menetes ke Bawah, Ekonomi Pancasila yang Benar

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 1 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menghadiri Seminar Nasional Kebangsaan Bersama 1000 Guru, Rektor & Cendekiawan di Jakarta. (Dok. Tim Media Prabowo)

Capres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menghadiri Seminar Nasional Kebangsaan Bersama 1000 Guru, Rektor & Cendekiawan di Jakarta. (Dok. Tim Media Prabowo)

HEIJAKARTA.COM – Menteri Pertahanan RI yang juga calon presiden dari partai Gerindra Prabowo Subianto berbicara mengenai permasalahan sistem ekonomi yang terjadi saat ini.

Prabowo Subianto menyinggung soal trickle down economic atau ekonomi menetes ke bawah efek dari filosofi kapitalis neoliberal.

Hal tersebut disampaikan Prabowo Subianto saat menjadi pembicara dalam Seminar Kebangsaan Bersama 1000 Guru, Rektor dan Cendekiawan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo Subianto mengatakan, orang Indonesia diajarkan untuk selalu bersifat baik sejak usia dini oleh orang tuanya masing-masing.

Namun apakah ada orang tua yang mengajarkan anaknya untuk menjadi koruptor?

Baca artikel lainnya di sini: Hadiri Seminar Kebangsaan Bersama 1000 Pendidik, Prabowo Subianto Kenang Kiprahnya Membangun Rakyat

“Sifat melayu kita salah satu yang diajarkan orang tua adalah, Nak, kalau besar harus jadi orang baik ya?” kata Prabowo Subianto di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 September 2023.

“Tidak ada orang tua yang ajarkan, Nak kalau besar kamu harus jadi koruptor ya? Ada tidak Jangan-jangan ada? Jangan-jangan ada kelompok lain, bangsa lain, yang ajarkan”.

“Nak yang penting anak harus kaya ya tidak perduli caranya bagaimana, persetan dengan yang lain. Ini ternyata ada loh! ” ungkap Prabowo Subianto.

“Aliran-aliran seperti itu ada filosofinya, namanya kapitalisme neoliberal yang mengajarkan bahwa keserakahan adalah baik.”

“Yang penting ada pertumbuhan, yang penting kaya raya 1% itu namanya tricle down economics.”

“Jadi yang miskin tidak apa-apa ya nanti tinggal menunggu tetesan ke bawah, masalahnya netesnya itu begitu sampai di bawah kita semua sudah mati.”

Saat ini, sambung Prabowo Subianto, para tokoh dari barat di mana paham ini berasal dan berkembang akhirnya menyadari bahwa tricle down economics itu keliru.

“Tokoh senator Amerika Serikat Hilary Clinton mengatakan bahwa sudah waktunya (tricle down economics) dikubur dalam-dalam.”

“Berikutnya mantan pemimpin IMF Cristine Lagarde dia mengatakan trickle down economics meningkatkan kesenjangan pendapatan menciptakan ketidakadilan di semua negara.”

“Selanjutnya Sri Paus pemimpin agama Katolik dunia mengatakan juga masih saja orang membela teori tricle down economics, mereka begitu lugu dan tidak waspada.”

“Bahkan presiden Amerika Joe Biden mengatakan bahwa here the simple truth, ini kebenaran yang sangat sederhana ekonomi menetes ke bawah tidak pernah berhasil,” jelas Prabowo Subianto.

Menurut Prabowo Subianto, Indonesia harus berani meninggalkan paham-paham lain dan harus percaya pada apa yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa, yaitu Ekonomi Pancasila.

“Ekonomi yang berdasarkan Pancasila yang berada dalam UUD 1945 apa itu? Menurut pendapat saya ini bisa dikaji oleh para pakar harus berdasarkan pancasila.”

“Prinsip utama ekonomi kita berdasarkan azas-azas religius. Tidak boleh bertentangan azas-azas tersebut. Ajaran keserakahan tidak cocok dengan kita. Ajaran survival of the tidak cocok dengan kita.”

“Yang lemah harus kita angkat, kita harus juga wujudkan persatuan nasional tidak boleh ada suatu pemikiran bahwa, yang penting daerah saya, satu untuk semua, semua untuk satu itu adalah azas kita,” tegas Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto berharap ke depan ekonomi harus egaliter dan kerakyatan.

Selain itu harus ada juga keberpihakan kepada yang lemah dan miskin. Ekonomi Indonesia harus menuju keadilan sosial.

“Artinya Ekonomi Pancasila mengambil esensi sosialisme, di mana yang miskin harus diurus oleh negara,” kata Prabowo Subianto.***

Berita Terkait

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern
Komisaris BUMN Tak Lagi Dapat Bonus, Ini Langkah Danantara Perbaiki BUMN
Pemerintah Perangi Pupuk Palsu Demi Petani dan Ketahanan Pangan Nasional
BRI Maksimalkan BRImo dan Layanan 24/7 Selama Libur Nasional 1 Muharram 1447 H
Bank Jakarta Akan Go Public, Pramono Ancam yang Masih Bawa Titipan
Sentimen Positif Pelaku Pasar Dikonfirmasi oleh Lonjakan CSA Index Juni 2025
Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar, Komunikasi Strategis Publikasi Press Release

Berita Terkait

Jumat, 26 September 2025 - 08:34 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Kamis, 21 Agustus 2025 - 06:24 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Strategi Komunikasi Visual Perusahaan Modern

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:38 WIB

Komisaris BUMN Tak Lagi Dapat Bonus, Ini Langkah Danantara Perbaiki BUMN

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:50 WIB

Pemerintah Perangi Pupuk Palsu Demi Petani dan Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 27 Juni 2025 - 08:34 WIB

BRI Maksimalkan BRImo dan Layanan 24/7 Selama Libur Nasional 1 Muharram 1447 H

Berita Terbaru

Bisnis

Jasa Epoxy Lantai Jakarta Hasil Rapi, Awet, dan Bergaransi

Sabtu, 20 Jun 2026 - 07:32 WIB