HEIJAKARTA.COM – Capres nomor urut dua Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak takut jika tidak memiliki jabatan.
Hal itu diungkapkannya menanggapi tuduhan capres Anies Baswedan mengenai apa yang disebutnya ‘ordal’ (orang dalam).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak takut tidak punya jabatan, Mas. Saya sudah siap mati untuk negara ini,” kata Prabowo menjawab Anies saat debat capres di kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023) malam.
Prabowo melanjutkan, dalam proses demokrasi, rakyat merupakan pemegang kekuasaan tertinggi negara.
Sejalan dengan itu, rakyatlah yang memutuskan siapa pemimpin yang pantas untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik.
“Dalam demokrasi, kekuasaan tertinggi ada di rakyat. Hakim yang tertinggi adalah rakyat.”
Baca Juga:
Satria Muda Juara IBL All Indonesian 2026, Abraham Grahita Sabet MVP Final
Yokogawa Raih Hibah Energy Grid 3.0, Dorong Peran Industri dalam Transisi Energi Singapura
“Tanggal 14 Februari, rakyat yang ambil keputusan. Kalau kami tidak bener, rakyat yang akan menghukum,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dunia politik memang terdiri dari berbagai perspektif.
Lalu, masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diselesaikan dengan tindakan yang semestinya oleh pihak berwenang.
“Perkembangan politik itu ada beberapa segi perspektif. Tim saya, para pakar hukum yang mendampingi saya”.
Baca Juga:
Huawei dan Longgang International Arts Center Perkenalkan Pusat Seni Cerdas Berstandar Global
Bangunan Modular Tarik Minat Pembeli Internasional di Ajang Linyi Sourcing Fair
“Menyampaikan bahwa dari segi hukum tidak ada masalah,” imbuhnya.
“Masalah yang dianggap pelanggaran etika sudah diambil tindakan dan keputusan waktu itu oleh pihak yang diberi wewenang,” kata Prabowo.
Sebelumnya, Anies melontarkan pertanyaan terkait putusan Mahkamah Konstitusi.
Yang meloloskan kandidat capres-cawapres di bawah usia 40 tahun dan menyinggung fenomena ‘ordal’.***








