IMDIA Ungkap 126 Jenis Uji Keahlian, 41 Dianggap Relevan dengan SDM Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Amilin, Anggota  BNSP Menerima Delegasi dari Jepang untuk Penguatan Kerjasama Sertifikasi Kompetensi Kelas Dunia. (Doc.BNSP)

Foto: Amilin, Anggota BNSP Menerima Delegasi dari Jepang untuk Penguatan Kerjasama Sertifikasi Kompetensi Kelas Dunia. (Doc.BNSP)

HEIJAKARTA.COM – Amilin, salah satu anggota komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memainkan peran kunci dalam penguatan kerjasama sertifikasi kompetensi dengan menerima delegasi dari Jepang.

Delegasi ini hadir dalam Public Privat Joint Committee Meeting yang berlangsung pada Senin, 4 Desember 2023, bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia dalam skala global.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Anggota dan Sekretariat BNSP, serta perwakilan lembaga dari kedua negara, termasuk Ministry of Health, Labour, and Welfare (MHLW) Jepang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Japan International Cooperation Agency (JICA), Indonesian Mold & Dies Industry Association (IMDIA), Skills Evaluation System Promotion Program (SESPP).

Lembaga Sertifikasi Logam Mesin Indonesia (LSP LMI), Denso Indonesia, PT Ebara Indonesia, dan Politeknik Astra.

Para perwakilan perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia juga turut hadir.

Mr. Uchino Tomohiro, Deputy Director Overseas Cooperation Office of MHLW Jepang, menyampaikan bahwa kerjasama dalam bidang pelatihan kompetensi tenaga kerja antara Indonesia dan Jepang telah berlangsung sejak tahun 2005.

Hasil kerjasama ini menciptakan banyak tenaga kerja Indonesia yang kompeten, mampu berkontribusi di berbagai industri perusahaan Jepang.

Menyusulnya, Mr. Takahashi Mamoto dari IMDIA mengungkapkan bahwa ada 126 jenis uji keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri Jepang.

Dari jumlah tersebut, 41 jenis keahlian dianggap relevan dengan kondisi SDM Indonesia.

Saat ini, sudah terdapat 8 jenis keahlian yang telah dilakukan transfer of skill oleh tenaga kerja Indonesia.

Seperti keahlian dalam pengukuran, perbaikan alat elektrik, penggunaan mesin milling dan surface grinding, serta penggunaan mesin injeksi plastik dan mesin press logam.

Mr. Iwasitha Takashi dari SESPP menjelaskan bahwa proses pelatihan assessor ujian sertifikasi nasional sistem Jepang melibatkan orang-orang yang telah lulus uji sertifikasi nasional.

Mereka yang memiliki kemampuan baik dan kepemimpinan akan dipromosikan menjadi asesor.

Terkait proses uji sertifikasi skill nasional sistem Jepang di Indonesia, beberapa catatan penting disampaikan oleh Takahashi Mamoto.

Hal tersebut mencakup upaya perluasan bidang ujian sertifikasi ke pekerjaan produksi massal, promosi bidang kerja baru dengan bantuan SESPP.

Pengembangan sistem pelatihan berkelanjutan untuk instruktur dan asesor Indonesia, serta pentingnya penyampaian informasi mengenai biaya dan waktu pelatihan skill.

Dalam kesempatan tersebut, Mr. Yasri Syahrial dari KMK Plastics Indonesia, juga memberikan paparan tentang Annual Report of 2023 Plastics Injection Skill.

Amilin menyampaikan harapannya untuk peningkatan kerjasama antara Indonesia dan Jepang dalam hal intensitas, volume, frekuensi, skema keahlian, dan kualitasnya.

Tujuannya adalah memastikan bahwa semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang tersertifikasi kompeten kelas dunia dapat memenuhi kebutuhan industri di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Amilin juga menekankan perlunya peningkatan jumlah asesor kompetensi dari SDM Indonesia pada sistem asesmen Jepang yang terkait dengan BNSP.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Program Propami Peduli Salurkan Donasi Anggota
Dari Jakarta untuk Gaza: Indonesia for Palestine Movement Diluncurkan
Forum Jurnalis Muslim Siap Kerja Sama dengan Pusat Kebudayaan Turki
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
KPK Ledakkan Skandal EDC BRI, Eks Bos Bank Dijerat Rp2,1 Triliun!
Indonesia–Rusia Sepakati MoU Digital, Transportasi, dan Investasi
Mengapa Jokowi Memilih Jalan Rumit dan Tidak Transparan dalam Menjawab Dugaan Ijazah Palsu
Dentuman Meriam dan Diplomasi di Tengah Krisis Global, Presiden Prabowo Subianto Menyambut Albanese

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:56 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Program Propami Peduli Salurkan Donasi Anggota

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:25 WIB

Dari Jakarta untuk Gaza: Indonesia for Palestine Movement Diluncurkan

Jumat, 23 Januari 2026 - 06:27 WIB

Forum Jurnalis Muslim Siap Kerja Sama dengan Pusat Kebudayaan Turki

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:31 WIB

GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!

Jumat, 4 Juli 2025 - 06:08 WIB

KPK Ledakkan Skandal EDC BRI, Eks Bos Bank Dijerat Rp2,1 Triliun!

Berita Terbaru