Seminar Pusbimdik Khonghucu Diikuti 150 Peserta, Dibuka Wamenag Saiful Dasuki

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 30 Januari 2024 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu, Kementerian Agama R.I, kembali menggelar Kegiatan Seminar dengan tema “Moderasi Beragama Lintas Agama Menebar Kebajikan bagi Sesama.

Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu, Kementerian Agama R.I, kembali menggelar Kegiatan Seminar dengan tema “Moderasi Beragama Lintas Agama Menebar Kebajikan bagi Sesama.

HEIJAKARTA.COM – Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu, Kementerian Agama R.I, kembali menggelar Kegiatan Seminar dengan tema “Moderasi Beragama Lintas Agama Menebar Kebajikan bagi Sesama.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Kegiatan kali ini, dilaksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Jl DI Panjaitan, Selasa (30/1/2024).

Seminar dibuka langsung Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, dan diikuti sebanyak 150 peserta. Hadir mendampingi wamen, yakni Kabid Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama Suparno, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Cecep Khairil, Jubir Kemenag Anna Hasbie, dan Ketua MATAKIN DKI Jakarta Liem Liliany Lontoh.

Nara sumber seminar, diantaranya, Beky Mardani, dan Bang Matar.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, S.IP, M.Si, menyampaikan, berdasarkan survei yang diselenggarakan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, rerata indeks nasional Kerukunan Umat Beragama
(KUB) masyarakat Indonesia tahun 2023
mencapai 76,024. Itu artinya kerukunan
antar umat beragama dalam keadaan baik.

“Kembali kita melihat agama sebagai sumber ajaran mulia yang memerintahkan kita untuk mengembangkan kebajikan dan menebarkan keberkahan bagi semua
ciptaannya. Mari kita bersama memahami
ajaran agama sebagai nilai kebajikan bagi
sesama dari sanalah rasa kemanusiaan
berkembang,” ujar Saiful.

“Saya ingin mengutip satu kalimat ajaran
Agama Khonghucu, Khongcu bersabda, apa yang diri sendiri tidak inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain. Seyogyanya pesan ini penting untuk kita teladani agar kita dapat berintrospeksi diri, memeriksa diri atas perbuatan yang telah kita lakukan kepada orang lain, sehingga kita dapat berempati merasakan perasaan orang lain rasakan,” tambahnya.

Wamenag mengatakan, Kebhinekaan adalah keniscayaan karena merupakan kehendak Tuhan, agar manusia saling menyapa, mengenal, berkomunikasi, dan memiliki solidaritas sosial terhadap sesama. Namun demikian, dalam praktiknya, kebhinekaan tersebut masih belum sepenuhnya bisa diwujudkan.

“Tantangan paling berat yang dihadapi
oleh kita bersama adalah bagaimana
mengelola kebinekaan, tetapi sekaligus tetap menjaga persatuan. Kita mewarisi bukan hanya keragaman yang luar biasa kompleks, mulai dari etnis, bahasa, warna kulit, adat istiadat, hingga keyakinan dan agama,” tambahnya.

Semenjak Proklamasi Kemerdekaan
Agustus 1945, lanjut Saiful, kita telah sama-sama bertekad untuk terus menerus mengupayakan dan merawat kebhinekaan itu dalam suatu persatuan Indonesia.
Hadirin yang saya hormati, Untuk merawat kebhinekaan itu, Kementerian Agama sejak tahun 2019 telah menjadi leading sector gerakan penguatan
moderasi beragama, hal tersebut didasarkan adanya beberapa tantangan yang dihadapi yaitu, pertama, berkembang pemahaman keagamaan yang ekstrim di masyarakat, bertentangan dengan kemanusiaan, dan bertolak belakang dengan esensi ajaran agama yang cinta damai dan menghormati
kemanusiaan.

Kedua, munculnya klaim kebenaran
mutlak atas suatu tafsir keagamaan; merasa tafsirnya paling benar dan memaksakan pada orang lain, bahkan hingga melakukan kekerasan atas nama agama.

Ketiga, muncul pemahaman yang merusak ikatan (komitmen) kebangsaan yaitu: Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka tunggal Ika, dengan gagasan yang menolak komitmen kebangsaan tersebut dan ingin menggantinya dengan ideologi lain.

Kebijakan penguatan moderasi beragam diarahkan pada upaya membentuk masyarakat Indonesia yang berpegang teguh pada nilai dan esensi ajaran agama, berorientasi menciptakan kemaslahatan umum, dan menjunjung tinggi komitmen
kebangsaan.

Saat ini, penguatan moderasi beragama
menjadi kebutuhan bersama. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang sangat majemuk, moderasi beragama merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, regional, maupun global. Atas dasar itu, penguatan moderasi beragama menjadi keniscayaan.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

“Kita sangat mengapresiasi terselenggaranya acara “Seminar Moderasi Beragama Lintas Agama, Menebar Kebajikan bagi Sesama”
yang diselenggarakan Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu ini. Saya juga
mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pengurus kelenteng Hok Tek Tjen Sin Kebayoran lama atas kesediaan dalam memberikan ruang untuk kita bersama sama menjadi pelopor moderasi ditengah masyarakat kita yang heterogen ini.

“Semoga acara ini efektif, berkontribusi dalam merawat kebhinekaan, meneguhkan kerukunan dan membangun peradaban
bangsa yang maju dan sejahtera,” tutupnya.***

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Penulis : Aer

Sumber Berita : Rilis

Berita Terkait

Mabiran dan Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Senen Resmi Dilantik, Pramuka Ditunggu Gerakan Baru
Permukiman Gang Sempit Jalan Salemba Tengah Disulap Jadi Rapi dan Berwarna, Dekot: Jadi Keliatan Nyentrik
Rubahlah Mindset, Mantan Tim Pansel Blak-blakan Sebut Dekot Bukan Raja atau Anggota Dewan
Disebut Layak Duduki Kursi Dekot Lagi, Kyai Yusuf Aman: Incumben Sanusi Lanjutkan 2 Periode Karena Sudah Teruji
Dua Periode Untuk Bang Uci, Lembaga Masyarakat Paseban, Lanjutkan Salam Dua Jari
4 Tahun Nggak Ada Listrik dan Air, Rumah Tidak Layak Huni di Gang Sempit Disulap Jadi Layak Huni
Lima Calon Bertarung Pildekot Kelurahan Paseban, Incumben Sanusi Menang Dengan Angka Telak
Bismillah Om Delman Maju Lagi: Saya Mengabdi Untuk Wilayah Karena Mendapat Suport dan Dukungan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 21:59 WIB

Mabiran dan Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Senen Resmi Dilantik, Pramuka Ditunggu Gerakan Baru

Jumat, 7 Juni 2024 - 00:30 WIB

Rubahlah Mindset, Mantan Tim Pansel Blak-blakan Sebut Dekot Bukan Raja atau Anggota Dewan

Senin, 3 Juni 2024 - 16:10 WIB

Disebut Layak Duduki Kursi Dekot Lagi, Kyai Yusuf Aman: Incumben Sanusi Lanjutkan 2 Periode Karena Sudah Teruji

Minggu, 2 Juni 2024 - 22:17 WIB

Dua Periode Untuk Bang Uci, Lembaga Masyarakat Paseban, Lanjutkan Salam Dua Jari

Kamis, 30 Mei 2024 - 23:10 WIB

4 Tahun Nggak Ada Listrik dan Air, Rumah Tidak Layak Huni di Gang Sempit Disulap Jadi Layak Huni

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:49 WIB

Lima Calon Bertarung Pildekot Kelurahan Paseban, Incumben Sanusi Menang Dengan Angka Telak

Sabtu, 18 Mei 2024 - 23:30 WIB

Bismillah Om Delman Maju Lagi: Saya Mengabdi Untuk Wilayah Karena Mendapat Suport dan Dukungan

Sabtu, 18 Mei 2024 - 01:28 WIB

Suksesnya IAS Party 2024: Kolaborasi Harmonis Siswa, Guru, dan Orangtua

Berita Terbaru