HEIJAKARTA.COM – PDI Perjuangan akhirnya bersilang pendapat diantara kader partai berlambang banteng moncong putih terutama soal geopolitik.
Poitikus PDIP Budiman Sudjatmiko menyatakan dukungannya pada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk membangun masa depan Tanah Air.
Menurut Budiman Sudjatmiko, ‘kapal besar’ Indonesia butuh dikayuh oleh sosok terbaik bangsa yang paham strategi, geopolitik maupun sejarah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, paham geopolitik, paham sejarah,” kata Budiman.
Pernyataan tersebut disampaikan usai bertemu Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Selasa malam, 18 Juli 2023.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko: Indonesia Layak Mendapatkan Orang Terbaik, Salah Satunya Prabowo
Menurut Budiman Sudjatmiko, dinamika keamanan yang terus berubah, membuat Indonesia harus siap menghadapi berbagai krisis yang kini melanda beberapa negara lain, seperti krisis perang dan kesehatan.
Baca Juga:
Inisiatif Years of Culture Qatar Mengumumkan Negara Mitra Hingga Tahun 2030
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
“Ini bangsa harus diselamatkan, kita sedang hadapi krisis perang, menghadapi krisis kesehatan, situasinya sudah berubah,” ujar Budiman Sudjatmiko.
Peran pemimpin sebagai ‘nahkoda’ sangatlah penting untuk memboyong rakyat menuju kemakmuran sekaligus memelihara persaudaraan bangsa.
“Karena Indonesia merupakan kapal besar, bukan panggung entertainment saja” kata Budiman Sudjatmiko.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengritik kebijakan pertahanan Indonesia melakukan pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).
Baca Juga:
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Alasannya kebijakan tersebut tidak berdasarkan pada pendekatan geopolitik tapi disebabkan hanya untuk kebutuhan belanja.
“Kalau pembelian alutsista murni untuk belanja tanpa pendekatan geopolitik maka Indonesia akan terus ketinggalan dengan Singapura.”
“Karena belanja alutsista mereka jauh lebih besar dari kita,” ujar Hasto Kristiyanto.
Pemikiran geopolitik Soekarno harus menjadi landasan pengambilan kebijakan politik luar negeri (polugri) dan pertahanan Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan negara.
“Pemikiran geopolitik Bung Karno pada dasarnya adalah ilmu kepemimpinan Indonesia bagi dunia,” kata Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto mencontohkan dalam kebijakan pertahanan negara, Soekarno melakukan pembelian Alutsista dengan menggunakan pendekatan geopolitik yaitu posisi Indonesia yang strategis dalam kancah global.
Baca Juga:
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Hasto Kristiyanto menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara secara daring pada simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Timur Tengah-Afrika, di Tunis, Tunisia, Selasa 18 Juli 2023.
Hasto Kristiyanto terbaca sedang mengritik kebijakan pemerintah RI khususnya Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.***









