Hasto Kritik Kebijakan Pertahanan dalam Pembelian Autsista, Budiman: Prabowo Orang yang Paham Geopolitik

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 19 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. (Dik. Tim Media Prabowo Subianto)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko. (Dik. Tim Media Prabowo Subianto)

HEIJAKARTA.COM – PDI Perjuangan akhirnya bersilang pendapat diantara kader partai berlambang banteng moncong putih terutama soal geopolitik.

Poitikus PDIP Budiman Sudjatmiko menyatakan dukungannya pada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, untuk membangun masa depan Tanah Air.

Menurut Budiman Sudjatmiko, ‘kapal besar’ Indonesia butuh dikayuh oleh sosok terbaik bangsa yang paham strategi, geopolitik maupun sejarah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, paham geopolitik, paham sejarah,” kata Budiman.

Pernyataan tersebut disampaikan usai bertemu Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Selasa malam, 18 Juli 2023.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko: Indonesia Layak Mendapatkan Orang Terbaik, Salah Satunya Prabowo

Menurut Budiman Sudjatmiko, dinamika keamanan yang terus berubah, membuat Indonesia harus siap menghadapi berbagai krisis yang kini melanda beberapa negara lain, seperti krisis perang dan kesehatan.

“Ini bangsa harus diselamatkan, kita sedang hadapi krisis perang, menghadapi krisis kesehatan, situasinya sudah berubah,” ujar Budiman Sudjatmiko.

Peran pemimpin sebagai ‘nahkoda’ sangatlah penting untuk memboyong rakyat menuju kemakmuran sekaligus memelihara persaudaraan bangsa.

“Karena Indonesia merupakan kapal besar, bukan panggung entertainment saja” kata Budiman Sudjatmiko.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengritik kebijakan pertahanan Indonesia melakukan pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).

Alasannya kebijakan tersebut tidak berdasarkan pada pendekatan geopolitik tapi disebabkan hanya untuk kebutuhan belanja.

“Kalau pembelian alutsista murni untuk belanja tanpa pendekatan geopolitik maka Indonesia akan terus ketinggalan dengan Singapura.”

“Karena belanja alutsista mereka jauh lebih besar dari kita,” ujar Hasto Kristiyanto.

Pemikiran geopolitik Soekarno harus menjadi landasan pengambilan kebijakan politik luar negeri (polugri) dan pertahanan Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan negara.

“Pemikiran geopolitik Bung Karno pada dasarnya adalah ilmu kepemimpinan Indonesia bagi dunia,” kata Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto mencontohkan dalam kebijakan pertahanan negara, Soekarno melakukan pembelian Alutsista dengan menggunakan pendekatan geopolitik yaitu posisi Indonesia yang strategis dalam kancah global.

Hasto Kristiyanto menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara secara daring pada simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Timur Tengah-Afrika, di Tunis, Tunisia, Selasa 18 Juli 2023.

Hasto Kristiyanto terbaca sedang mengritik kebijakan pemerintah RI khususnya Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.***

Berita Terkait

Ujian Kebebasan Pers: RUU Penyiaran Baru Ancam Independensi Media dan Masa Depan Demokrasi Digital Bangsa
Inilah 5 Manfaat Publikasi Press Release bagi Anggota DPRD, Salah Satunya Tingkatkan Citra dan Kredibilitas
Usulkan 8 Poin Pernyataan Sikap, Presiden Prabowo Subianto Hormati Forum Purnawirawan Prajurit TNI
Pesan ke Para Caleg dan Cakada Gagal Terpilih, Presiden Prabowo Subianto: Jangan Menyerah, Jatuh Biasa
Pasangan Pramono Anung – Rano Karno Sementara Unggul di Versi Quick Count dalam Pilkada DKI Jakarta
Anies Baswedan Ajak Masyarakat Coblos dengan Hati Nurni Tak Harus Ikuti Politik Kepentingan
Prabowo Subianto Panggil 100+ Calon Menteri, Wakil Menteri dan Pimpinan Lembaga, Ini Daftar Lengkapnya
Datangi Rumah Kertanegara, Sekitar 50 Calon Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Pemerintanan Prabowo

Berita Terkait

Jumat, 13 Juni 2025 - 07:23 WIB

Ujian Kebebasan Pers: RUU Penyiaran Baru Ancam Independensi Media dan Masa Depan Demokrasi Digital Bangsa

Sabtu, 26 April 2025 - 15:40 WIB

Inilah 5 Manfaat Publikasi Press Release bagi Anggota DPRD, Salah Satunya Tingkatkan Citra dan Kredibilitas

Jumat, 25 April 2025 - 10:03 WIB

Usulkan 8 Poin Pernyataan Sikap, Presiden Prabowo Subianto Hormati Forum Purnawirawan Prajurit TNI

Sabtu, 14 Desember 2024 - 11:03 WIB

Pesan ke Para Caleg dan Cakada Gagal Terpilih, Presiden Prabowo Subianto: Jangan Menyerah, Jatuh Biasa

Rabu, 27 November 2024 - 19:51 WIB

Pasangan Pramono Anung – Rano Karno Sementara Unggul di Versi Quick Count dalam Pilkada DKI Jakarta

Berita Terbaru