Soal Ayah yang Simpan Jasad Bayinya Selama 2 Hari di Lemari Es, Ini Penjelasan Polresta Tangerang

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 10 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jasad Bayinya di simpan Selama 2 Hari di Lemari Es. (Pexels.com/rene asmussen)

Jasad Bayinya di simpan Selama 2 Hari di Lemari Es. (Pexels.com/rene asmussen)

HEIJAKARTA.COM – Polisi menyatakan kabar seorang ayah berinisial S menyimpan jasad bayinya selama dua hari di dalam freezer rumahnya sebagai informasi hoax atau tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Pernyataan tersebut dikonfirmasi Polres Metro Tangerang Kota berdasarkan hasil penyelidikan sementara terhadap berbagai pihak yang mengetahui peristiwa.

Selain itu, melalui Surat Keterangan Kematian dari RSUD Kota Tangerang juga menerangkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu telah meninggal dunia pada Senin, 3 Juli 2023 pukul 06.30 WIB.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan surat keterangan RSUD, bayi tersebut disimpan S kurang dari 1×24 jam untuk dimakamkan,” ujar Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Jana dalam keterangannya yang dikutip pada Senin 10 Juli 2023.

Menurut Jana, jenazah Bayi baru dikeluarkan pihak rumah sakit setelah proses administrasi dan keterangan surat kematian dari RSUD selesai.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Pemprov dan KBRI Koordinasi Pemulangan Jenazah Jamaludin Rolobessy yang Tenggelam di Sungai Volga Rusia

“Jadi tidak benar berita yang beredar disimpan selama dua hari,” ucapnya.

Jana menjelaskan, inisiatif S menyimpan bayi di dalam kulkas karena sempat melihat jasad bayinya dikeluarkan dari freezer.

“Jadi, Jasad Bayi itu berada di rumah sakit kurang lebih selama 8 Jam untuk proses pemulangan untuk dimakamkan,” ungkapnya.

Setibanya di rumah, S juga sempat membacakan Surah Yasin untuk bayinya.

Namun, belum sempat melapor ke RT/RW dan Kelurahan untuk minta keterangan dan proses pemakaman, dia mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit.

Pihak rumah sakit mengabarkan istrinya mengalami pendarahan hebat dan harus dirujuk keruang ICU.

Selain itu, kedua anak sambungnya yang berusia 3 dan 4 tahun menangis di rumah sakit.

“Karena panik dan tidak memiliki keluarga di sekitar kontrakannya, sebelum kembali ke rumah sakit, S berinisiatif menyimpan sementara jenazah bayinya di lemari es agar tidak membusuk setelah sebelumnya Ia melihat jenazah bayinya diambil dari dalam freezer di rumah sakit,” tuturnya.***

Berita Terkait

Sundown Markette 2026 Festival Ramadan Jakarta Berakhir Pekan Ini
Perbandingan Face Recognition vs Fingerprint Sebagai Sistem Absensi
Kasubag TU Kabupaten Bogor I Bantah Berkas Pemohon Hilang
Oteu Herdiansyah Pimpin Rapat DPC PERADI Cibinong: Menuju Organisasi Advokat yang Kuat dan Berintegritas
PROPAMI Care Tunjukkan Kasih Sayang Lewat Penyaluran Bantuan di Bekasi
Presiden Prabowo Telepon Kepala BGN Dadan Hindayana Saat Cek Kondisi Warga Bekasi Terdampak Banjir
Dibatalkan Secara Menyeluruh, Sertifikat Hak Guna Bangunan dan Sertifikat Hak Miĺik di Area Pagar Laut Tangerang
KKP Masih Lakukan Pendalaman Soal Pelaku Pemagaran Laut Banten Sepanjang 30,16 Km di 6 Kecamatan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:25 WIB

Sundown Markette 2026 Festival Ramadan Jakarta Berakhir Pekan Ini

Selasa, 11 November 2025 - 13:21 WIB

Perbandingan Face Recognition vs Fingerprint Sebagai Sistem Absensi

Kamis, 28 Agustus 2025 - 06:18 WIB

Kasubag TU Kabupaten Bogor I Bantah Berkas Pemohon Hilang

Sabtu, 24 Mei 2025 - 16:22 WIB

Oteu Herdiansyah Pimpin Rapat DPC PERADI Cibinong: Menuju Organisasi Advokat yang Kuat dan Berintegritas

Senin, 19 Mei 2025 - 19:39 WIB

PROPAMI Care Tunjukkan Kasih Sayang Lewat Penyaluran Bantuan di Bekasi

Berita Terbaru

Info Jakarta

Tamsil Linrung: Seorang Sahabat, Orang Tua, dan Guru

Jumat, 24 Apr 2026 - 12:40 WIB