JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkeinginan agar Bank DKI ke depannya dapat dikelola oleh orang-orang profesional.
Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi dan Sosial Chico Hakim menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya.
“Dalam rapat, Pak Pramono menyampaikan secara khusus, betul-betul nanti ke depannya (Bank DKI) harus dikelola oleh orang-orang yang profesional.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi, diharapkan nanti tidak ada lagi yang selama ini ada suara-suara yang mengatakan “ada titipan” lah, itu supaya enggak ada lagi,” kata Chico di Balai Kota Jakarta, Senin (14/4/2025).
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengunggah video di akun Instagram resminya @pramonoanungw.
Dalam video tersebut, Pramono mengatakan pada tahun 2015, Jakarta pernah berada di posisi 54 Top Kota Global.
Namun kini, posisi Jakarta semakin turun menjadi ke-74 dari 156 kota.
Baca Juga:
Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026
Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
Pramono menilai, hal ini terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya karena perbankan yang hampir setiap periode mengalami kasus.
“Bank ini (Bank DKI) tidak dikelola secara profesional. Ada ruang-ruang yang gampang orang untuk bisa mempermainkan itu. Dari dalam terutama,” kata Pramono dalam rapat terbatas.
Maka sepenuhnya, lanjut Pramono, Bank DKI harus dikelola secara profesional.
Baca juga: Bank DKI perlu prioritaskan perbaikan keamanan cegah gangguan berulang.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Secara tegas Pramono juga mengatakan bahwa ke depannya tidak boleh ada lagi “titipan” dari siapapun untuk menjadi direksi Bank DKI.
Dalam rapat tersebut Pramono juga membahas terkait rebranding Bank DKI. Salah satunya dengan mengubah nama Bank DKI.
“Kita harus memikirkan untuk merubah nama DKI ini. Apakah Bank DKI menjadi Bank Jakarta? Atau Bank Global?”
“Sehingga kita lakukan yang namanya rebranding. Dan nanti kita bangun betul-betul menjadi buildingnya Bank Jakarta,” kata Pramono
Kendati demikian, Chico Hakim mengaku belum tahu apakah akan ada perombakan direksi di Bank DKI.
Saat ditanya, apakah rebranding Bank DKI dilakukan dengan alasan kasus layanan yang bermasalah, Chico menjawab bahwa hal itu dilakukan karena rencana ibu kota yang akan pindah ke IKN.
Baca Juga:
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
“Rebranding karena Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 itu udah bukan DKI, tapi DKJ. Itu aja,” kata Chico.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Emitentv.com dan Duniaenergi.com
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Terkinipost.com dan Hallopresiden.com
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Haibanten.com dan Harianmalang.com
Untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Persrilis.com atau Rilispers.com (lebih dari 175an media).
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Sapulangit Media Center (SMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 08557777888, 087815557788
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.











