53% Pemberi Kerja Kesulitan Menemukan Lulusan yang Siap Menghadapi AI. Studi Baru Petakan Enam Langkah Strategis bagi Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riset global terhadap 2.711 pemangku kepentingan mengidentifikasi enam titik hambatan struktural dalam transisi dari pendidikan tinggi ke dunia kerja, serta memberikan kerangka kerja praktis bagi institusi pendidikan Indonesia untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan dan capaian IKU 1.

JAKARTA, Indonesia, 9 Juli 2026 /PRNewswire/ — Pearson (FTSE: PSON.L), perusahaan pembelajaran seumur hidup terkemuka dunia, dan Amazon Web Services, Inc. (AWS), anak perusahaan Amazon.com, Inc. (NASDAQ: AMZN), mengungkapkan dalam peluncuran laporan di Jakarta hari ini bahwa lebih dari separuh pemberi kerja di seluruh dunia tidak dapat menemukan lulusan dengan keterampilan AI yang mereka butuhkan. Pada saat yang sama, hampir empat dari lima pemimpin perguruan tinggi meyakini institusi mereka telah memenuhi ekspektasi pemberi kerja — sebuah kesenjangan yang menurut riset ini disebabkan oleh cepatnya perubahan dunia kerja.

Pearson
Pearson

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan berjudul AI Readiness: Building the Bridge from Higher Education to Work ini melibatkan lebih dari 2.700 mahasiswa, pendidik, dan pemberi kerja di enam negara. Laporan ini mengidentifikasi enam titik hambatan struktural — mencakup kecepatan kurikulum, tata kelola, kesiapan tenaga pengajar, keselarasan pendidikan-dunia kerja, dan pengalaman langsung dengan AI — yang saling memperberat sepanjang perjalanan dari bangku kuliah menuju karier. Pearson dan AWS memaparkan temuan ini dalam Pearson Higher Education Forum di JW Marriott Jakarta.

Bagi Indonesia, momentum ini sangat relevan. Tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi naik menjadi 6,23 persen pada awal 2025, meski angka pengangguran nasional justru menurun, dan para peneliti Universitas Indonesia memperkirakan puluhan ribu lulusan lainnya telah berhenti mencari pekerjaan sama sekali. Di bawah kerangka Merdeka Belajar, indikator IKU 1 mengaitkan pendanaan perguruan tinggi dengan tingkat keterserapan kerja lulusan. Secara global, lowongan kerja tingkat pemula terus menyusut seiring AI mengambil alih tugas-tugas junior — meski Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) memproyeksikan penciptaan 78 juta lapangan kerja baru secara neto pada 2030 bagi negara-negara yang lulusannya siap mengisi peluang tersebut.

"Seiring AI mengubah cara kita bekerja, keterampilan yang membedakan seseorang justru menjadi semakin manusiawi. Komunikasi yang jelas, berpikir kritis, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi tetap esensial — dan AI dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan tersebut. Dipadukan dengan kemampuan berbahasa Inggris, kapabilitas ini memberi kepercayaan diri bagi setiap individu untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja global dan berhasil di tengah dunia yang berubah dengan cepat."
— David Lyons, Pearson’s Head of Institutional Language Learning, APAC

Instrumen utama dalam studi ini adalah AI Readiness Friction Framework, yang memungkinkan sebuah perguruan tinggi mengidentifikasi titik hambatan mana — dari enam hambatan yakni Pace (Kecepatan), Connection (Keterhubungan), Capability (Kapabilitas), Governance (Tata Kelola), Experience (Pengalaman), dan Skills (Keterampilan) — yang paling terasa dampaknya di kampus mereka. Kerangka ini dilengkapi dengan alat penilaian mandiri (self-assessment) serta solusi konkret bagi institusi pendidikan maupun pemberi kerja.

"Kesenjangan ini bukan soal akses terhadap perangkat AI. Persoalannya ada pada dukungan yang mengubah akses menjadi kapabilitas nyata. Kerangka kerja ini menunjukkan kepada para pemimpin perguruan tinggi di Indonesia langkah konkret yang perlu diambil — dan di situlah pekerjaan sesungguhnya dimulai."
— Eklavya Bhave, Pearson’s Head of Higher Education, APAC

"Perguruan tinggi dan pemberi kerja yang bersama-sama membangun jembatan sertifikasi mulai hari ini akan menentukan makna ‘siap kerja’ di kawasan ini untuk dekade mendatang."
— Craig McFarlane, Pearson’s Enterprise Learning & Skills Leader, APAC

Peluncuran di Jakarta ini merupakan yang pertama dari serangkaian peluncuran laporan tingkat negara, dengan edisi Asia Tenggara yang akan menyusul. Laporan lengkap dan alat penilaian mandiri dapat diakses di www.pearson.com/power-of-learning/ai-readiness.html.

Anda dapat mengunduh foto beserta keterangan dari acara ini di sini.

Tentang Pearson 

Di Pearson, tujuan kami sederhana: membantu setiap individu mewujudkan kehidupan yang mereka impikan melalui pembelajaran. Kami percaya bahwa setiap kesempatan belajar adalah peluang untuk terobosan pribadi. Itulah sebabnya sekitar 18.000 karyawan Pearson berkomitmen menciptakan pengalaman belajar yang dinamis dan bermakna, dirancang untuk memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kami adalah perusahaan pembelajaran seumur hidup terkemuka dunia, melayani pelanggan di hampir 200 negara melalui konten digital, asesmen, kualifikasi, dan data. Bagi kami, belajar bukan sekadar apa yang kami lakukan — melainkan siapa diri kami. Kunjungi kami di plc.pearson.com.

 

Berita Terkait

Bagaimana Cara Merawat Para Pengasuh? NCCN Meluncurkan Panduan Penting untuk Mendukung Orang-orang Terkasih yang Mengidap Kanker
Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India
Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026
Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?
EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
GEEKOM Pamerkan Teknologi Komputasi AI Lokal, Mini PC Berperforma Tinggi, dan Laptop Ultratipis di INDOCOMTECH 2026

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Bagaimana Cara Merawat Para Pengasuh? NCCN Meluncurkan Panduan Penting untuk Mendukung Orang-orang Terkasih yang Mengidap Kanker

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Laporan EY Ungkap SATTE Hasilkan Dampak Ekonomi Sebesar ₹3000 Crore, Memperkuat Posisinya Sebagai Gerbang Menuju Pasar Pariwisata India

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Pendiri dan CEO Envision Lei Zhang Raih Penghargaan “Sustainability Trailblazer” di Ajang Reuters Global Sustainability Awards 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Dari Antusiasme Konsumen hingga Kepercayaan Mitra, Bagaimana Mixue Indonesia Terus Memperluas Jangkauan?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Changhong Indonesia Buka Gerai Perdana di Palembang, Perkuat Ekspansi dengan Strategi Peralatan Rumah Tangga Terintegrasi

Berita Terbaru

Bisnis

7 Tips Memilih Event Organizer Sport untuk Acara Perusahaan

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:46 WIB